https://jurnal.insida.ac.id/index.php/atthiflah/issue/feedAtthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education2026-08-27T10:01:02+00:00Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education[email protected]Open Journal Systems<p><strong>Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education</strong> (p-ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1493543652" target="_blank" rel="noopener">2580-1864</a>; e-ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1588747638" target="_blank" rel="noopener">2722-1210</a>) is published by Early Childhood Islamic Education Study Program (PIAUD) of Islamic Institute of Daruttaqwa Gresik, East Java, Indonesia. This journal is focused on the development of the result of studies and researches in the areas related to Islamic Early Childhood Education, Nurturing, and Parenting which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of Education, <em>Psychology, Religious, Education, Child Development, and Early Childhood Curriculum. </em>This journal is published twice a year in <strong>January</strong> and <strong>July</strong>. The journal is accredited nationally <a title="sinta 4" href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/9224"><strong>Sinta 4.</strong></a> <strong>Publisher Address:</strong> <span lang="id">Jl. KH. Syafi'i Gg. Syaikhuna Suci Manyar Gresik 61151 Phone. (031) 3953728 Email: <a href="https://jurnal.insida.ac.id/index.php/atthiflah/management/settings/context/mailto:[email protected]">[email protected]</a></span></p>https://jurnal.insida.ac.id/index.php/atthiflah/article/view/1279Strategi Strategi Adaptasi Guru dalam Mengoptimalkan Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini 2026-07-31T07:34:46+00:00Siti Aisyah[email protected]Uswatun Nisa[email protected]Muhammad Yusuf[email protected]Noor Baiti[email protected]<p>Penelitian ini mengkaji strategi adaptasi guru dalam mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak usia dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, sebagai respons terhadap tantangan kelas gabungan (kelompok A dan B). Kebijakan ini diambil sekolah akibat keterbatasan murid dan guru, namun tetap berupaya memberikan stimulasi holistik pada enam aspek perkembangan anak. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk menggali temuan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan strategi adaptasi antara guru lama yang cenderung intuitif-klasikal dengan bimbingan individual, dan guru baru yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis literasi digital. Kedua guru menunjukkan mekanisme koping yang efektif dalam menghadapi beban kerja ganda, baik melalui penenangan emosi pragmatis maupun struktural, serta memanfaatkan dukungan sosial yang berbeda (keluarga dan rekan sejawat). Meskipun menghadapi kelelahan, para guru mempertahankan kompetensi profesional dan kepribadian yang matang, serta terus berupaya meningkatkan kualitas pengajaran melalui pengembangan diri. Strategi adaptasi ini terbukti mampu mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak, menjaga keseimbangan antara bermain dan kesiapan sekolah, serta memaksimalkan potensi anak dalam enam aspek perkembangannya. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas, adaptasi, dan ketahanan psikologis guru dalam menghadapi keterbatasan fasilitas serta kompleksitas pembelajaran di PAUD. Implikasi penelitian ini memberikan panduan bagi lembaga PAUD lain yang menghadapi tantangan serupa.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Aisyah, Uswatun Nisa, Muhammad Yusuf, Noor Baitihttps://jurnal.insida.ac.id/index.php/atthiflah/article/view/1282Pola Asuh Orang Tua dalam Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun2026-07-31T07:35:34+00:00Nor'aida[email protected]Muhammad Zulkarnaen[email protected]Muhammad Yusuf[email protected]Uswatun nisa[email protected]<p>Penggunaan gadget pada anak usia dini menjadi salah satu fenomena yang membutuhkan perhatian orang tua melalui penerapan pola asuh yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola asuh orang tua dalam penggunaan gadget pada anak usia 5–6 tahun serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Desa Anjir Mambulau Barat Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan orang tua yang memiliki anak usia 5–6 tahun di Desa Anjir Mambulau Barat Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang dominan diterapkan oleh orang tua adalah pola asuh demokratis. Penerapan pola asuh tersebut dilakukan melalui pemberian aturan, pembatasan durasi penggunaan gadget, pendampingan, pengawasan konten, serta komunikasi antara orang tua dan anak. Faktor yang memengaruhi pola asuh orang tua dalam penggunaan gadget meliputi lingkungan dan kesibukan orang tua. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis menjadi bentuk pengasuhan yang dominan dalam mendampingi penggunaan gadget pada anak usia 5–6 tahun di Desa Anjir Mambulau Barat.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nor'aida, Muhammad Zulkarnaen, Muhammad Yusuf, Uswatun nisahttps://jurnal.insida.ac.id/index.php/atthiflah/article/view/1298PENGARUH KISAH NABI SULAIMAN AS DAN PASUKAN SEMUT BERBASIS BUKU CERITA DIGITAL TERHADAP PERKEMBANGAN NILAI MORAL ANAK USIA 4-5 TAHUN2026-07-31T07:37:12+00:00Nurhaliza[email protected]Muhtarom[email protected]Nurlaila[email protected]<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan moral anak usia 4-5 tahun di TK IT. Perkembangan moral adalah kemampuan individu memahami nilainilai moral dan mengetahui perilaku yang benar maupun salah. Perasaan berkaitan dengan munculnya hati nurani, empati, rasa hormat, dan kecintaan terhadap kebaikan sehingga seseorang memiliki dorongan untuk melakukan tindakan yang baik. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kisah Nabi Sulaiman AS dan pasukan semut berbasis buku digital terhadap perkemangan moral anak usia 4-5 tahun di TK IT Al-Habib.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 16 anak Kelompok A yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes (pretest dan posttest), serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji hipotesis (paired samples t-test) dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai perkembangan moral anak meningkat dari 56 pada saat pretest menjadi 76,3 pada saat posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai thitung sebesar 23,345 lebih besar daripada ttabel sebesar 2,131, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan kisah Nabi Sulaiman AS dan Pasukan Semut berbasis buku cerita digital terhadap perkembangan nilai moral anak, seperti anak sudah bisa membedakan perilaku baik dan buruk, Mematuhi perintah guru, serta anak menjadi suka tolong menolong sesama temannya, dan anak juga menjadi lebih tahu perilaku baik lainnya. Dengan demikian, media buku cerita digital berbasis kisah Qur'ani dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak usia dini.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhaliza, Muhtarom, Nurlailahttps://jurnal.insida.ac.id/index.php/atthiflah/article/view/1308Analisis Peran Komunikasi Ayah dalam Stimulasi Perkembangan Bahasa Anak Speech Delay2026-07-31T07:36:38+00:00Safiera Putri Saliha[email protected]Muhammad Zulkarnaen[email protected]Muhammad Yusuf[email protected]Noor Baiti[email protected]<p style="text-align: justify; margin: 0cm 1.0cm 0cm 1.0cm;">Perkembangan bahasa merupakan aspek penting pada anak usia dini, sedangkan anak yang mengalami speech delay memerlukan stimulasi yang optimal dari lingkungan keluarga, termasuk melalui komunikasi ayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi ayah dan bentuk stimulasi yang diberikan dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay di TK Aisyiyah Bustanul Athfal-3 Selat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua ayah sebagai informan utama, didukung dua ibu dan dua guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunikasi ayah tercermin melalui keterlibatan langsung (engagement), ketersediaan (accessibility), dan tanggung jawab (responsibility) dalam mendampingi anak. Stimulasi dilakukan secara verbal melalui percakapan, pengulangan kata, pemberian instruksi, dan membacakan cerita, serta secara nonverbal melalui permainan, media belajar, ekspresi wajah, dan gestur. Keberhasilan stimulasi didukung oleh kualitas komunikasi yang responsif, dukungan keluarga, dan kolaborasi dengan sekolah, sedangkan keterbatasan waktu, penggunaan gawai, dan perbedaan bahasa menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi ayah yang konsisten dan responsif berkontribusi dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Safiera Putri Saliha, Muhammad Zulkarnaen, Muhammad Yusuf, Noor Baitihttps://jurnal.insida.ac.id/index.php/atthiflah/article/view/1280Peran Orang Tua sebagai Teladan dalam Pendidikan Anak Kajian Al-Qur’an dan Hadits2026-08-20T15:06:52+00:00Andres Septiawan[email protected]Salamah Noorhidayati[email protected]<p>Keteladanan orang tua merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan moral dan keagamaan anak, karena perilaku orang tua menjadi contoh yang dapat diamati dan ditiru dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan era digital turut memperluas ruang keteladanan sekaligus menghadirkan tantangan terhadap kualitas interaksi orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab keteladanan moral orang tua dalam pendidikan anak berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan Hadits serta menganalisis relevansinya dengan fenomena kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, Hadits, kitab tafsir, jurnal ilmiah, buku, serta sumber relevan lainnya dan dianalisis menggunakan content analysis kualitatif melalui proses pengelompokan, penafsiran, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) keteladanan dalam Islam berlandaskan konsep uswah hasanah sebagaimana Q.S. Al-Ahzab: 21; (2) orang tua memiliki tanggung jawab sebagai teladan moral melalui perbuatan dan tutur kata sebagaimana Q.S. At-Tahrim: 6, Q.S. Al-Ahzab: 70, dan Hadits tentang anjuran berkata baik atau diam; (3) keteladanan menuntut konsistensi antara ucapan dan perbuatan dalam pembiasaan nilai moral dan keagamaan; dan (4) era digital memperluas ruang keteladanan hingga perilaku orang tua dalam menggunakan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa keteladanan orang tua berlangsung dalam tiga ruang, yaitu kehidupan sehari-hari, interaksi verbal, dan etika digital. Secara praktis, orang tua perlu menghadirkan keteladanan secara konsisten dalam ketiga ruang tersebut.</p>2026-09-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andres Septiawan, Salamah Noorhidayahhttps://jurnal.insida.ac.id/index.php/atthiflah/article/view/1321Adaptive Decision-Making in School Leadership for Enhancing Teacher Performance in Early Childhood Education2026-08-01T07:12:13+00:00Ahmad Musaddad[email protected]<p>School leadership in early childhood education requires principals to respond to diverse organisational demands while maintaining teacher performance and educational quality. However, existing studies have largely examined leadership through specific styles, providing limited explanation of how principals adapt decision-making processes to changing organisational conditions. This study aims to examine how principals enact adaptive decision-making and its implications for teacher performance in an early childhood education setting. A qualitative case study was conducted at TK Bina Bangsa, Situbondo, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observations, and document analysis involving the principal and teachers. Data were analysed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, with source and methodological triangulation and member checking used to strengthen trustworthiness. The findings show that adaptive decision-making was enacted through collaborative deliberation for strategic matters and situationally direct decisions when immediate responses were required. Decisions were subsequently implemented through teacher autonomy and delegated responsibilities, followed by systematic monitoring and periodic evaluation. These interconnected practices were accompanied by positive changes in selected aspects of teacher performance, including attendance and punctuality, instructional preparedness, professional responsibility, and participation in school activities. Adaptive decision-making is better understood as an interconnected leadership process than as the application of a single leadership style. The study extends style-based approaches to school leadership by providing a process-level account of how principals combine participatory and situationally direct decision-making with teacher autonomy, monitoring, and evaluation. The study offers an empirically grounded framework for understanding adaptive decision-making in early childhood education and provides practical guidance for principals seeking more responsive and context-sensitive leadership practices. The framework remains contextually grounded and requires further examination across diverse educational settings.</p>2026-09-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahmad Musaddadhttps://jurnal.insida.ac.id/index.php/atthiflah/article/view/1341Efforts To Improve The Vocabulary Of 5-6 Year-Old Children Through Storytelling Method2026-08-27T10:01:02+00:00Juni Hati Hangoluan Siregar[email protected]Raisah Armiyanti Nasution[email protected]<p>This study aimed to improve the Indonesian vocabulary of children aged 5–6 years through a storytelling method using hand puppets and storybooks. The study employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model and was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 10 children in Group B. Data were collected through observation, vocabulary assessment, and documentation, and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. The findings showed an improvement in children's vocabulary mastery in the Developing as Expected (BSH) and Developing Very Well (BSB) categories, increasing from 50% in the pre-cycle stage to 70% in Cycle I and 90% in Cycle II. This improvement was accompanied by increased attention and participation, greater confidence in responding to questions, improved ability to identify and repeat new vocabulary, and greater ability to use vocabulary in simple sentences and retell stories. Thus, the implementation of the storytelling method using hand puppets and storybooks contributed to the development of children's vocabulary within the context of classroom action research. These findings suggest that storytelling can serve as an interactive and contextual alternative for supporting language development in early childhood education.</p>2026-09-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Juni Hati Hangoluan Siregar, Raisah Armiyanti Nasution